January 9, 2013

Coldplay Live 2012 (2012)

Coldplay sebuah band dari Inggris yang berformasikan, vokalis Chris Martin, gitaris Jonny Buckland, bassis Guy Berryman, dan drummer Will Champion. Disepanjang karir mereka telah mengeluarkan banyak album, mulai dari Parachutes (2000), A Rush of a Blood to the Head (2002), X&Y (2005), Viva La Vida or Death and All His Friends (2008) dan yang terakhir Mylo Xyloto (2011). Dalam rangka mempromosikan album Mylo Xyloto itu, mereka mengadakan konser. Dan konser tersebut dibuatkan film dengan tajuk Coldplay Live 2012.

Coldplay Live 2012 film yang didasari dari tur bertajuk Mylo Xyloto Tour dari tanggal 3 Juni 2011 sampai 31 Desember 2012 dibeberapa kota di negara seluruh dunia seperti Madrid, Montreal, Glastonbury dan yang paling mendominasi di Paris. Saya memang penggemar berat band Coldplay, tapi tidak ada salahnyakan untuk menikmati film konser yang satu ini. Lagipula saya juga memang seorang penikmat musik. 

Coldplay Live 2012 dibuka dengan lagu Mylo Xyloto dan Hurt Like Heaven di Stade de France, Paris, sebuah pembukaan megah yang sudah menandakan bahwa sepanjang film ini akan berjalan spektakuler bisa dilihat dari tatanan panggung yang ciamik, dan permainan cahaya lampu yang menawan. Berlanjut dengan In My Place, yang menarik pada lagu ini adalah pada saat reff ketika Martin bernyanyi sambil berlompat tiba-tiba muncul semburan kertas warna-warni, momen yang tentu sangat memanjakan mata. Setelah itu lanjut dengan intermission yang dinarasikan oleh Chris Martin dengan balutan hitam putih tentang persiapan dan perasaan mereka sebelum konser.

Setelah intermission tadi berpindah ke Plaza de Toros de Las Ventas, Madrid menyanyikan lagi Major Minus. Lalu kembali lagi ke Paris menyanyikan hits mereka Yellow, sontak tiba-tiba lampu panggung didominasi oleh warna kuning. Lagu berakhir, kita akan kembali melihat intermission yang dinarasikan Jonny Buckland menceritakan persiapan mereka. Kemudian mereka menyanyikan Violet Hill di La Cigale, Paris. Lalu mereka tampil nge-rock abis di lagu God Put a Smile upon Your Face, hentakan drumnya yang membuat saya menganggukan kepala lalu saya dibuat senang dengan lemparan gitarnya Martin keatas. Langsung berlanjut, ketika semua personel Coldplay berada di tengah panggung menyanyikan Princess of China yang kemudian datang Rihanna turut ikut bernyanyi ditengah panggung.

Sekarang giliran Will Champion yang menyumbangkan suaranya untuk narasi di intermission ketiga, salah satu yang diceritakannya disini adalah tentang manager mereka. Kemudian Coldplay  menyanyikan Up in Flames dengan bungkusan hitam putih. Lalu di Glastonbury Festival, Inggris menyanyikan hits Viva La Vida, di lagu ini saya beneran sumpah tidak bohong dibuat merinding dengan suara penonton yang ikut bernyanyi menyanyikan lagu ini. Selesai, sekarang intermission keempat dinarasikan Guy Berryman menceritakan kecanggihan gelang bernama Xyloband yang bisa menyala. Akhirnya sampai juga yang kata sebagian orang termasuk saya yakni pada saat klimaksnya adalah pada lagu Charlie Brown. Bagaimana tidak, kita akan melihat gelang ditangan para penonton yang sudah dikendalikan oleh teknisi menyala-nyala seirama dengan lagu ditambah dengan editing visualnya yang cantik. Lalu langsung disambung dengan lagu Paradise.



Setelah itu kita akan dibawa ke Dell Centre, Montreal, Kanada melihat personel Coldplay yang turun dari atas panggung pergi ke belakang lalu masuk memberikan kejutan dengan bernyanyi di mini panggung ditengah-tengah kerumunan penonton menyanyikan lagu Us Against the World, disini kita juga akan melihat footage dari kamera yang dipegang para personelnya. Berlanjut ke lagu Clocks, kemudian intermission terakhir yang kembali disuarakan Martin. Setelah itu lagu Fix You yang menyayat hati, yang saya yakin akan berlinang air mata bagi para penontonnya. Dan akhirnya sampai pada lagu terakhir, yang mana film ini ditutup dengan lagu single mereka di album ini Every Teardrop Is a Waterfall. Kemudian keempat personel Coldplay yang masih berkeringat ini pun berbaris lalu membungkukkan badan memberikan penghormatan dan terimakasih kepada penonton yang diiringi dengan suara tepuk tangan serta teriakan bahagia yang menggemuruh.

Film konser yang disutradarai Paul Dougdale ini menyuguhkan visualisasi yang sangat menawan memanjakan mata, seperti permainan cahaya lampu, gelang yang menyala kelap-kelip, background yang aduhai, gambar-gambar penuh warna sampai font yang unik dan cat-cat yang turut digambar di alat band mereka. Technically juga, editing, sinematografi, hingga penggunaan efek seperti slow-motion. Lagu-lagu dari Coldplay yang membuat beberapa bagian tubuh kita ingin ikut bergoyang, hentakan drum Champion, cabikan bass Berryman, genjrengan gitar Buckland, dan alunan suara Martin yang semuanya memukau, bermain sangat enerjik dan rapi tampak seperti tidak ada kesalahan dan kelelahan. Menontonnya lewat layar laptop saja sudah sangat puas rasanya, apalagi nonton di bioskop dan lebih apalagi kalau nonton live di Paris sana. Fantastis!

Secara keseluruhan, Coldplay Live 2012 adalah sebuah film konser yang berbeda dari yang lain, simple namun artistik. Dalam durasi 96 menit film ini anda tidak akan dibuat kebosanan menontonnya, duduk lengket di depan layar menikmati setiap lagu-lagu yang memanjakan telinga, dan visualisasi yang memanjakan mata tentunya. Salah satu persembahan dan hadiah manis dari Coldplay untuk para penggemarnya. Thanks Coldplay!

8/10

No comments:

Post a Comment