March 16, 2013

Ruby Sparks (2012)

Apa jadinya jika seseorang yang anda inginkan atau impikan selama ini hadir didepan mata anda? Sangat menyenangkan bukan. Ya, itulah yang coba dihadirkan dari film yang akan saya review kali ini, Ruby Sparks.

Ruby Sparks mengisahkan tentang pria bernama Calvin Weir-Field (Paul Cano) seorang novelis sukses pasca kesuksesan novel pertamanya. Setelah itu dia mengalami masa-masa sulit. Sampai dia mengalami sebuah mimpi aneh, dia pun berkonsultasi dengan psikiaternya. Lalu suatu hari Calvin menulis satu halaman tentang wanita impiannya yang diberi nama Ruby Tiffany Sparks (Zoe Kazan). Sampai suatu ketika wanita yang dikarangnya menjadi nyata, hadir dihadapannya, butir-butir cinta pun terelakkan.

Setelah sukses dengan Little Miss Sunshine tahun 2006 silam, Jonathan Dayton dan Valerie Faris kembali hadir dengan cerita tidak kalah unik dan menariknya. Dengan naskah cerita ditulis oleh pemeran Ruby sendiri, Zoe Kazan. Dari awal Ruby Sparks memang sudah mengikat erat saya. Tidak peduli seberapa besar ketidaklogisan ceritanya, yang penting saya sudah jatuh hati dengan Ruby Sparks sedari awal sampai akhir. Sebagai sebuah romantic-comedy, film ini berhasil membuat mood saya naik-turun dibawa ketawa, slow, ketawa lagi, lalu slow lagi. Bagian-bagian komedinya yang mudah untuk ditertawakan, sederhana tapi nancep, tidak butuh adegan atau dialog slapstick konyol dengan segala sumpah serapahnya. Lalu bagian-bagian romantisnya juga pas, tidak perlu dipenuhi dengan adegan yang terlalu mengumbar kemesraan macam ciuman atau adegan ranjang. Apalagi Ruby Sparks dihiasi aspek teknisnya yang oke, penempatan scoring-nya yang tepat membuat emosi ikut terbawa, lalu pengambilan dan pemilihan sudut-sudut kamera yang cantik.

Sosok Ruby yang diperankan oleh Zoe Kazan sedikit banyak mengingatkan saya dengan Zooey Deschanel, dia yang pertama kali saya lihat di happythankyoumoreplease, sekarang kualitas aktingnya semakin matang, bermain sangat total sekali, terlepas dari parasnya yang enak dilihat, saya semakin suka dengan dia. Lalu Paul Cano sebagai Calvin juga bermain tidak kalah bagusnya, tampil gemilang sebagai seorang yang punya masalah dengan kenyataan atau fiksi. Penampilan keduanya benar-benar terlihat meyakinkan, chemistry-nya terjalin dengan baik. Disamping itu, para pendukung lainnya juga tampil bagus menjalankan tugasnya, nama macam Chris Messina, Antonio Banderas, dan Annete Bening.

Well, secara keseluruhan Ruby Sparks adalah sebuah kisah komedi-romansa yang mengusung tema fantasi dengan sedikit rasa indie-nya yang berbalut indah dengan premisnya yang unik dan menarik, menjadi semakin emosional ketika duo Dayton-Faris membungkusnya dengan kesederhanaan cerita lalu mengikat emosi penonton tentang arti sebuah hubungan percintaan yang sesungguhnya.

8.5/10


No comments:

Post a Comment