March 16, 2013

Warm Bodies (2013)

Saya sempat skeptis terlebih dahulu ketika mengetahui film ini, apalagi dikarenakan banyak yang bilang bahwa film ini mirip dengan Twilight Saga. Namun setelah baca reviewnya sana-sini, sepertinya film ini layak untuk ditonton, banyak yang merespon positif. Akhirnya sampailah saya menonton film ini dan saya puas, ya itulah Warm Bodies.

Warm Bodies mengisahkan tentang zombie bernama R (Nicholas Hoult) seorang zombie yang sedikit berbeda dari zombie lainnya. Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Julie (Teresa Palmer).  Butir-butir cinta antara keduanya pun mulai tumbuh, mereka pun menjalankan hubungan terlarang sebagai sepasang kekasih. Kehidupan antara keduanya pun berubah.

Naskah cerita yang ditulis Jonathan Levine, mengadaptasi dari novel berjudul sama karya Isaac Marion. Dengan mengambil pakem dari Romeo and Juliet-nya William Shakespeare, bisa dilihat dari pemilihan nama dua karakter utamanya, lalu ada juga beberapa adegan yang mengingatkan saya dengan film Romeo+Juliet-nya Baz Luhrmann. Warm Bodies tidak hanya menampilkan segala referensi kezombieannya, meskipun ada beberapa yang melampaui kodratnya. Ada berbagai macam unsur genre disini; Action? Ada. Comedy? Ada. Romance? Ada. Untuk bagian action, memang tidak dominan, jadi saya tidak terlalu suka dan mementingkan dengan bagian ini. Untuk komedi, walaupun tidak selucu Shaun of the Dead, saya pikir unsur-unsur komedi di film ini bisa dibilang berhasil mengocok perut penonton. Lalu tentunya romansanya, saya suka dengan bumbu romantis di film ini, ya walaupun di beberapa bagian sisi romantisnya ada yang terlihat klise. Sebagai contoh, cowok melihat cewek cantik, si cowok terpana-si cewek rambutnya melayang-layang, pakai slow motion lagi. Tapi untungnya Levine berhasil menutupi segala keklisean itu dengan teknik penyutradaraan yang cerdas serta didukung tata produksi yang oke.

Bicara tentang tata produksi, Levine dan kawan-kawan cukup serius memikirkannya. Setting tempat, tampilan tempatnya yang after a zombie apocalypse-nya cukup meyakinkan. Makeup and costume, sebagai sebuah film zombie, saya rasa tata riasan dan kostum dari zombienya masih dalam tahap enak dilihat, tidak terlalu gembel-gembel amat lah, apalagi pemeran utamanya masih kelihatan cakep sama unyunya. Selain itu, Warm Bodies juga sering dihiasi dengan soundtrack-soundtrack yang pas, bahkan saya sempat berasa kayak lagi nonton music video clip. Lalu dari departemen akting, dua karakter utama di film ini saya rasa bermain aman, dan tentunya mudah untuk disukai. Nicholas Hoult sebagai zombie yang kegalauan bermain dengan bagus. Teresa Palmer yang mengingatkan saya dengan Kristen Stewart bermain dengan cukup gemilang. Chemistry keduanya terjalin dengan baik.

Secara keseluruhan Warm Bodies adalah sebuah inovasi baru dalam kancah dunia perzombiean, menggabungkan film zombie dengan bumbu romantis dan komedi bisa dibilang suatu ide yang cukup segar. Sangat menyenangkan sekali menonton film ini selama 97 menit durasinya. Tapi yang pasti, Jonathan Levine berhasil menampar keras para pencemooh yang menganggap Warm Bodies sama dengan Twilight, mereka salah.

7.5/10


2 comments:

  1. Agh, gue gagal terus nonton film ini. Tiba-tiba ada urusan mendadak lah, atau filmnya udah ga diputer dimana-mana lah, ckckck.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, santai aja bro. Btw, lu tinggal di kota mana?

      Delete