June 20, 2013

Man of Steel (2013)

Superman, siapa yang tidak kenal dengan karakter superhero satu ini. Mulai dari Superman-nya Richard Donner tahun 1978 silam hingga reboot Superman Returns-nya Bryan Singer 7 tahun lalu. Dan kini tahun 2013 dibuat kembali reboot-nya yang dibawah penyutradaraan Zack Snyder, Man of Steel.

Man of Steel yang bersetting awal di planet Krypton mengisahkan tentang Jor-El (Russel Crowe) dan Lara (Ayelet Zurer) yang harus mengirim Kal-El, anak mereka ke planet Bumi karena Krypton yang akan hancur. Di sisi lain, General Zod (Michael Shannon) melakukan kudeta yang akhirnya berujung pada pengasingan. Cerita pun berpindah ke Smallville, Kal-El mendarat di bumi. Ditemukan lalu dibesarkan oleh sepasang suami-istri Jonathan (Kevin Costner) dan Martha (Diane Lane), dia pun diberi nama Clark Kent (Henry Cavill). Clark Kent tumbuh dewasa dan harus menghadapi pada sebuah dilema pencarian jati dirinya.

Setelah mengumumkan bahwa yang duduk dibangku sutradara adalah Zack Snyder dan 3 nama dibalik suksesnya trilogi The Dark Knight; Christopher Nolan producer, David S. Goyer scriptwriter dan Hans Zimmer composer turut ikut serta. Hingga silih berganti mulai dari teaser, trailer dan posternya satu persatu rilis. Man of Steel sebagai most anticipated movie tahun ini adalah sebuah penantian yang sangat panjang hingga akhirnya dapat menyaksikannya. Apalagi ditambah dengan beredarnya berita bahwa DC Comic juga akan membuat cinematic universe mereka sendiri yakni Justice League seperti yang sudah dilakukan rival mereka Marvel lewat The Avengers. Semakin membuat rasa penasaran meningkat.

Oke sebelum saya memuji-muji film Superman versi Snyder ini. Mungkin saya akan membahas dulu apa yang kurang saya sukai dari Man of Steel. Pertama, jujur saya agak kurang srek dengan gaya penceritaan di film ini diawal yang non-linear, ya meskipun saya tahu itu adalah sebuah niatan yang sangat bagus dari Goyer untuk membuat cerita lebih menarik, namun saya lebih suka yang kronologikal. Kedua dan terakhir, saya juga agak kurang srek di beberapa bagiannya yang terlalu lama. Itu saja, cuma dua.

Bicara tentang film superhero, tentu tidak bisa mengesampingkan membahas spesial efeknya. Dan spesial efek di Man of Steel benar-benar luar biasa, mulai dari kehancuran Krypton hingga final fight-nya di Metropolis yang action habis-habisan. Gedung berhancuran dan ledakan dimana-mana dalam skala besar. Lalu semakin megah dengan ditambahnya scoring-music ciamik arahan Hans Zimmer, dengan adanya nama HanZim sebagai composer sepertinya tidak usah diragukan dan dipertanyakan lagi kualitasnya. Dari jajaran akting, Henry Cavil sebagai Superman sangat cocok sekali dan sangat berkharisma memerankannya. Dan tentunya nama-nama lainnya pun juga berhasil membawakan peran mereka masing-masing dengan gemilang. Aspek teknis lainnya seperti sinematografi dan kostum juga semuanya oke.

Secara keseluruhan Man of Steel adalah film yang bagus, menghibur dan memuaskan bagi saya. Cerita yang menarik, action serta spesial efek yang fantastis serta aspek teknisnya yang amazing. Man of Steel adalah sebuah fondasi yang cukup kokoh untuk sekuel selanjutnya atau bahkan mahakarya Justice League. Great job Mr. Snyder!

7.5/10


No comments:

Post a Comment