October 28, 2013

Forrest Gump (1994)

“Life is like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” – Forrest Gump

Forrest Gump mengisahkan tentang Forrest Gump (Tom Hanks) yang duduk ditempat menunggu bus. Ketika ada orang yang duduk disebelahnya, dia pun menceritakan kehidupan masa lalunya. Dia seorang yang mempunyai keterbelakangan mental, tidak ada yang mau berteman dengannya. Sampai seorang wanita bernama Jenny (Robin Wright) mau berteman dengannya. Forrest begitu mencintai Jenny hingga mereka beranjak dewasa. Forrest dewasa adalah seorang tentara, namun dia juga banyak mengalami profesi, mulai dari atlek futbol, tenis meja, nelayan, pelari.

Diangkat dari novel karya Winston Groom berjudul sama, naskah ceritanya ditulis oleh Eric Roth dan disutradarai Robert Zemeckis. Yang membuat saya ingin menonton film ini adalah adanya fakta bahwa film ini berhasil mengalahkan dua film favorit sepanjang masa saya, yakni The Shawshank Redemption dan Pulp Fiction di Best Picture Oscar 1994. Lantas saya sangat penasaran dengan film ini, sebegitu bagusnya ‘kah. Well, Forrest Gump bisa dibilang memiliki semua sajian paket lengkap dari sebuah drama inspiratif. Formula-formula seperti, pantang menyerah, siapa pun bisa melakukannya, dll. Ada yang berhasil menggungah simpati penonton namun ada juga yang malah terasa overdramatic. Ya, banyak dramatisasi yang terkesan berlebihan, bahkan juga terkesan serba kebetulan, too good to be true. Saya tidak bilang Forrest Gump itu jelek, bagus malah. Ya saya cuma kurang setuju aja film ini mengalahkan masterpiece-nya Darabont dan Tarantino itu. Saya begitu menikmati dan sama sekali tidak merasa bosan selama menonton Forrest Gump.

Punya banyak momen-momen yang menginspirasi, lengkap dengan segala petuah motivasinya. Selain asupan drama, Forrest Gump juga punya sisi komedi lucu yang ditempatkan ditempat yang pas, juga sisi romantisme. Dari divisi akting, saya suka peran Tom Hanks disini. Hanks berhasil menghidupkan sesosok pria lugu, begitu meyakinkan dari setiap dialog, ekspresi, dan gesturnya. Alhasil Hanks mendapat Best Actor Oscar saat itu. Nah kalau ini saya setuju, aktingnya Hanks saya rasa memang sedikit lebih bagus dari Tim Robbins di TSR bahkan John Travolta di PF. Departemen akting lain juga bermain bagus, sebut saja Robin Wright, Mykelti Williamson, Sally Field, dan Gary Sinise yang masuk nominasi Best Supporting Actor. Technically, yang saya suka disini adalah spesial efeknya. Mengggabungkannya dengan rekaman sejarah asli, seperti rekaman bersama presiden Amerika Serikat. Bagaimana membuat Tom Hanks seolah-olah berada pada masa itu.

Secara keseluruhan Forrest Gump adalah sajian drama yang bagus. Film yang begitu inspiratif juga penguras air mata namun juga membuat tertawa. Akting super. Teknis oke. Enam dari 13 nominasi Oscar 1994 berhasil mereka dapat, termasuk Best Director untuk Robert Zemeckis.

Stupid is a stupid does” – Forrest Gump.

8/10


No comments:

Post a Comment