November 5, 2013

The Way Way Back (2013)

“Everybody has a summer that changes their life”

The Way Way Back mengisahkan tentang Duncan (Liam James), seorang yang pemalu dan susah bergaul. Suatu hari, dia bersama ibunya Pam (Toni Collette)  serta calon ayah tirinya Trent (Steve Carel) mengisi liburan musim panas di sebuah rumah di tepi pantai. Di tengah segala kebosanan yang ada, Duncan tidak sengaja bertemu dengan Owen (Sam Rockwell) seorang pegawai sebuah water park. Bersama Owen, summer yang payah pun sedikit terobati, yang mana disisi lain hubungan Duncan  dengan keluarga sedikit merenggang.

Nat Faxon dan Jim Rash, merekalah sutradara dibalik The Way Way Back, yang sekaligus juga menulis naskah ceritanya. Duet nama yang mungkin sedikit lebih kita kenal ketika mereka meracik naskah The Descendents-nya Alexander Payne yang meraih Best Original Screenplay Oscar dua tahun lalu. Well, sebagai penyutradaraan perdana, mereka menambahkan satu kata way lagi mungkin agar tidak sulit membedakannya dengan film The Way Back (Peter Weir, 2010). Seperti tagline-nya; “We’ve All Been There”, mungkin beberapa diantara kita pernah mengalami apa yang ada di film ini khususnya mengenai Duncan. Liburan, musim panas, membosankan. Berpadu dengan nada coming-of-age, drama keluarga disfungsional, dan sedikit sentuhan romansa. Duo Fax-Rash tahu betul dimana harus menempatkan momen-momen drama, keceriaan, dan pemicu tawa secara pas dan seimbang. Perlahan tapi pasti berhasil membangun dan mengembangkan karakter.

Drama, ketika sosok Duncan yang dalam proses pencarian jati dirinya, pergolakan batin yang harus dihadapkan pada konflik-konflik yang melibatkan keluarganya. Ada satu titik dimana zona dramanya memuncak, cukup emosional. Keceriaan, ketika sosok Duncan yang sudah bosan dengan kehidupannya sekarang, dia pun mencari dunia lain dengan nuansa hedonisme. Semakin tambah ceria, ketika dihiasi oleh musik-musik ceria yang easy listening. Pemicu tawa, ketika sosok Duncan yang menemui karakter-karakter yang punya sense humor yang bernada sarkasme atau melibatkan momen-momen kecangunggannya. Segi teknis, semuanya pada taraf yang oke. Dari divisi akting, juga pada level yang bagus, baik dari peran major ataupun minor. Liam James, si pemeran utama dengan segala sikap dan sifat introvert-nya, sukses dilakukan dengan cukup baik dari ekspresi, gestur, cara bicaranya. Steve Carrel, berperan sebagai ayah yang menyebalkan, disini perannya lebih bisa diterima dibanding akting garingnya di film-film komedi. Sam Rockwell, dibarisan depan sebagai eksekutor zona komedi. AnnaSophia Robb, love interest-nya Duncan, semakin dewasa dan cantik sejak saya terakhir melihatnya di Bridge to Terabithia. Nama-nama lain yang juga tampil bagus sebut saja, Toni Collette, Allison Janney, Maya Rudolph dan River Alexander. Tidak ketinggalan kedua sutradaranya juga ikut berakting disini.

Secara keseluruhan The Way Way Back adalah sajian coming-of-age yang bagus. Sebuah film perjalanan menuju pendewasaan yang baik dari debut penyutradaraan duet Nat Faxon dan Jim Rash. Memadu padankan kolaborasi antara drama-keluarga, komedi dan sedikit romansa dibalik nuansa liburan musim panas. Cerita cukup sederhana, jarak yang tipis antara keceriaan dan depresif. Nilai plus untuk musiknya.  Ensemble cast yang semuanya pada level yang memuaskan. Nice!

8/10


No comments:

Post a Comment