December 17, 2013

Upstream Color (2013)

Shane Carruth, sutradara yang terkenal lewat debutnya bersama drama-perjalanan waktu Primer tahun 2004 silam. Dan tahun ini dengan film keduanya, apakah dia mampu sesukses film perdananya, Upstream Color.

Upstream Color mengisahkan tentang Kris (Amy Seimetz), seorang perempuan yang diculik oleh seorang misterius lalu dibius dengan metode yang aneh lewat pengaruh suatu parasit kompleks. Dia mencoba mengeluarkan parasit tersebut lewat bantuan seorang bernama Sampler (Andrew Sensenig). Suatu ketika Kris tanpa sengaja  bertemu dengan seorang pria bernama Jeff (Shane Carruth), lalu mereka pun menjalin hubungan cinta. Tanpa diketahui, ternyata dalam kehidupan mereka telah terjadi sesuatu.

Harus diakui, membutuhkan beberapa lama untuk dapat benar-benar menikmati Upstream Color. Bagaimana tidak, film ini dibuka tanpa dialog dengan adegan-adegan yang cukup membingungkan serta abstrak. Dan setelah itu pun Upstream Color masih tetap lebih banyak diisi adegan minim dialog yang lebih berbicara melalui gambar yang berisi metaphor, mengingatkan saya dengan The Tree of Life-nya Terrence Malick. Berjalan dengan alur yang lambat dalam durasi satu setengah jamnya, sangat besar kemungkinan akan membuat bosan penontonnya yang tidak terbiasa dengan gaya seperti ini. Penceritaan yang kompleks serta cukup susah untuk dipahami dan dicerna, ide cerita mengenai teori-teori ilmiah dan organisme kehidupannya yang rumit. Ya, Upstream Color punya cerita yang cerdas. Butuh konsentrasi ekstra untuk dapat benar-benar memahaminya. Saya sendiri masih belum paham sepenuhnya apa maksud dari film ini.

Oh iya, ada unsur romance juga disini. Orang yang menjadi sentral atau kunci dari Upstream Color adalah Shane Carruth, dia disni mengemban banyak tugas; director, writer, producer, actor, cinematographer, editor, composer, production designer dan sound designer. Mari bahas aspek teknisnya. Sinematografi, menggunakan teknik hand-held camera yang otomatis akan menimbulkan shaky. Tapi disini goyang-goyangnya masih dalam taraf acceptable, tidak terlalu mengganggu dalam durasinya yang singkat itu namun terasa cukup melelahkan. Punya pengambilan gambar-gambar yang pas, hadir dengan visualisasi yang cukup cantik. Berpadu dengan editing yang liar. Scoring, lebih banyak dihiasi bernada depresif, juga sesekali terdengar unik dikarenakan sumber suara yang beragam, seperti hasil-hasil suara dari batu dan pohon. Dari divisi akting, Amy Seimitz sebagai tokoh utama bermain bagus tampil dengan chemistry yang pas bersama dengan Shane Carruth.

Secara keseluruhan Upstream Color adalah sebuah film drama sci-fi yang bagus. Film kedua dari Shane Carruth dengan mengusung semangat indie ini membawakan kita dalam sebuah kisah brilian tentang arti kehidupan dengan segala teori ilmiahnya. Berpadu dengan visualisasinya yang indah plus dengan simbolisasi penuh maknanya. Diiringi juga oleh scoring depresif yang ciamik. Sebuah pengalaman sinematis 96 menit yang mungkin membingungkan. Dan saya harus menonton ini sekali lagi.

7.5/10


No comments:

Post a Comment