January 6, 2014

About Time (2013)

Time travel, mungkin satu dari sekian banyak subgenre yang selalu menarik untuk ditonton. Apalagi jika itu digabungkan dengan genre romance, contohnya seperti About Time.

About Time mengisahkan tentang Tim (Domnhall Gleeson), seorang pria canggung yang suatu hari diberi ayahnya (Bill Nighy) sebuah rahasia bahwa setiap keturunan pria dalam keluarganya memiliki kemampuan melakukan perjalanan waktu, cukup dengan mengepalkan tangan dan melakukannya di sebuah ruang sempit. Namun perjalanan waktu ini punya peraturan, yakni: 1) Hanya bisa ke masa lalu, 2) Tidak bisa ke masa lalu sebelum si pelaku lahir, dan 3) Perjalanan waktu sebelum anak lahir akan mengakibatkan anak berbeda yang dilahirkan dan anak yang asli akan hilang. Tim memanfaatkan kemampuannya itu untuk mencari jodohnya, dia pun bertemu dengan seorang wanita bernama Mary (Rachel McAdams).

Disutradarai dan naskahnya ditulis oleh sutradara yang sudah pengalaman mengarahkan serta menulis film drama-romansa yang manis – Four Weddings and a Funeral (1994), Nothing Hill (1999), Bridget Jones’ Diary (2001), Love Actually (2003) – dia adalah Richard Curtis. Menggabungkan kisah romantisme dan balutan fiksi ilmiah perjalanan waktu plus dengan bumbu komedinya. Alur ceritanya bergerak cepat dan ceria. Terdengar sangat menarik, punya potensi yang besar untuk menarik perhatian penontonnya. Dan itu berhasil di awalnya, ketika kita pertama kalinya melihat Tim melakukan perjalanan waktu dengan peraturan-peraturannya yang cukup rumit. Ya walaupun dibeberapa bagian terasa monoton karena menghadirkan konflik yang tergolong sama walaupun dalam tatanan yang berbeda: sesutu yang buruk terjadi - diperbaiki di masa lalu - akhirnya menjadi baik lagi. Akhirnya ketika ada satu momen yang berpotensi emosional, itu tidak lagi terasa begitu menyentuh. Dan semuanya terasa datar, tidak ada konflik yang begitu berarti untuk membuat sebuah ledakan emosional diakhirnya. 

Untungnya hal itu terobati karena About Time punya kadar komedi yang berhasil, beberapa kali saya dibuat tertawa lepas lewat joke-joke khas British-nya, lelucon-lelucon yang melibatkan situasi. Tidak mengherankan sih secara Richard Curtis pernah nulis beberapa seri Mr. Bean. Ini tidak hanya mengenai kisah percintaan dan perjalanan waktu dengan bumbu komedi saja. About Time juga ada sentuhan sisi kekeluargaanya. Bagaimana hubungan Tim dengan keluarganya terkhusus kepada ayah dan adiknya. Mengenai teknis, yang paling saya sukai dari About Time adalah sederetan soundtracks-nya. Punya lagu-lagu asyik dan menyenangkan. Juga sinematografi cantik arahan John Guleserian berpadu cukup rapi dengan editing dari Mark Day. Dari divisi akting, Domhnall Gleeson bagus memerankan sosok Tim yang canggung, terlihat dari ekspresi dan gesturnya. Rachel McAdams, seperti biasa tampil menyeimbangkan lawan mainnya, jempol untuk doi yang disini berani sempat tampil topless disini. Cast lain juga yang bermain bagus dan punya karakterisasi khas masing-masing; Bill Nighy, Lindsay Duncan, Lydia Wilson, Richard Cordery dan Tom Hollander.

Secara keseluruhan About Time adalah sebuah sajian drama-komedi time travel yang lumayan. Lupakan plot hole-nya, lupakan ketidaklogisannya, lupakan kemurnian cinta yang ternodai disini, dan lupakan segala nilai minus-nya. Maka anda akan melihat sekali lagi Richard Curtis menghadirkan kita sajian yang begitu manis, hangat, halus dan lucu dalam durasi 123 menit durasinya.

7/10


No comments:

Post a Comment