January 24, 2014

Saving Mr. Banks (2013)

“Disappointments are to the soul what the thunderstorm is to the air.” – Travers

Saving Mr. Banks mengisahkan tentang Pamela Lyndon Travers (Emma Thompson) seorang penulis yang salah satu karyanya adalah Marry Poppins. Karyanya pun menarik perhatian seorang tokoh terkenal bernama Walt Disney (Tom Hanks) untuk diadaptasi. Namun hal untuk mengadaptasinya tidaklah mudah, selain bahwa sosok Travers yang menjengkelkan selama produksi, ternyata karyanya itu menyimpan banyak kisah-kisah masa kecil yang begitu personal.

Disutradarai oleh John Lee Hancock (yang dikenal lewat The Blind Side (2009)). Screenplay-nya ditulis berdua oleh Kelly Marcell dan Sue Smith. Saving Mr. Banks mengisahkan tentang bagaimana proses dibalik layarnya dalam produksi pembuatan Mary Poppins milik P. L. Travers. Well, mereka membagi cerita Saving Mr. Banks dalam dua masa, yakni pada masa Travers memproduksi Mary Poppins dan pada masa kecil Travers. Dua masa saling bergantian memberikan ceritanya dalam porsi yang seimbang yang mana saling mendukung terhadap kelanjutan cerita di satu sisi. Khususnya pada masa depan dimana Travers bernostalgia dan merenungi masa lalu kecilnya itu, masuk kedalam kenangan masa lalu yang menciptakan tali emosional. Namun harus diakui di beberapa bagian transisi atau perpindahan antara masa depan dan masa lalunya terasa kasar. Dan jujur saya baru sadar bahwa Saving Mr. Banks punya dua cerita; masa depan dan masa lalu setelah satu jam berlangsung. Awalnya saya kira ini memang sama-sama dua cerita di masa depan namun di tempat yang berbeda.

Berjalan dengan ritme yang santai dengan dibalut oleh nuansa komedinya. Namun sayang Saving Mr. Banks cenderung bermain datar. Salah satu kekuatan dari Saving Mr. Banks adalah terletak pada divisi aktingnya. Emma Thomson sebagai tokoh sentral biopiknya memerankan sosok P. L. Travers. Berhasil memberikan karakterisasi yang kuat sebagai seorang yang lucu dan baik dibalik sikap menjengkelkannya itu lengkap dengan aksen Inggris-nya. Bermain sama bagusnya mengimbangi penampilan Thompson beberapa supporting seperti Tom Hanks, Paul Giamatti, Bradley Whitford, Jason Schwartzman, B. J. Novak, dan Melanie Paxson. Semakin memperkuat divisi akting film ini ditambah dari cast yang mengambil andil di bagian masa lalunya; Colin Farrell, Ruth Wilson dan aktris cilik Annie Rose Buckley yang memerankan Travers kecil. Ditambah lagi dengan aspek teknisnya yang apik. Sinematografi ciamik arahan John Schwartzman. Editing tatanan Mark Livolsi yang mampu mengatur pergantian masa dengan cukup baik. Terus makeup dan kostum yang sesuai dengan setting zaman dulun diera 60anya. Dan yang terakhir adalah scoring music-nya asyik arahan composer jempolan Thomas Newman, berhasil masuk nominasi Oscar tahun ini untuk Best Original Score.

Secara keseluruhan Saving Mr. Banks adalah sebuah biopik-drama yang bagus sebenarnya namun bagi saya masih kurang spesial saja. Bagaimana John Lee Hancock menceritakan kembali behind the scene produksi Mary Poppins yang ternyata melibatkan masa kecil P. L. Travers yang diperankan dengan sangat baik oleh Emma Thompson dalam durasi 125 menitnya.

7.5/10


No comments:

Post a Comment