January 30, 2016

Room (2015)


Room mengisahkan tentang Joy ‘Ma’ Newsome (Brie Larson) seorang ibu yang memiliki anak berumur 5 tahun bernama Jack Newsome (Jacob Tremblay). Mereka tinggal di dalam sebuah ruangan selama 7 tahun, selama itu mereka tidak pernah keluar ruangan tersebut. Hanya Old Nick (Sean Bridgers) pria misterius yang memenuhi seluruh kebutuhan hidup mereka. Akankah Jack dan ibunya mampu keluar dari ruangan tersebut?

Paruh pertamanya, Room nampak seperti drama-survival manis ibu dan anak dalam balutan claustrophobic area. Namun paruh keduanya, Room masih tetap dalam jalur yang sama namun lebih kompleks, dan di sinilah highlight cerita yang sebenarnya bergulir. Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Emma Donoughue yang juga menahkodai screenplaynya – got nomination for best adapted screenplay at Oscars. Room punya naskah cerita yang baik dan solid. Penggambaran tentang arti sebuah kebebasan dinarasikan begitu mengena ke hati para penontonnya. Room sedikit banyak mengingatkan saya dengan The Shawshank Redemption (1994) dari segi eksploitasi rasa kebebasannya. Akankah kita akan hidup bahagia setelah keluar dari zona nyaman kita selama ini yang walau secara harfiah adalah buruk, ambil contoh penjara, kita tidak tahu apakah yang akan kita hadapi di luar sana bisa bebas atau justru sebaliknya.

Di dalam ruangan tersebut kehidupan lahiriah Ma dan Jack segalanya terpenuhi oleh Old Nick, di sisi lain khususnya Jack justru terkekang dalam batasan terkait pemikirannya. Bayangkan seorang anak yang dari lahir hanya hidup dalam ruangan tidak pernah keluar melihat dunia, dunia yang dianggap hanyalah sebatas ruangan itu saja ditambah “ruangan” dari imajinasi yang didapat dari acara TV dan kartun yang ia tonton. Dan tantangan baru pun hadir andai kata mereka keluar dari ruangan itu, bagaimana seorang Jack harus mengenal banyak hal baru. Well, Brie Larson berhasil memerankan sosok ibu yang kompleks lewat beberapa ledakan emosi yang terasa begitu intens, she deserves an Oscar. Jacob Tremblay – pertama kali lihat dikira cewek – sosok bocah innocent ini juga tampik apik. Chemistry keduanya begitu kuat, salah satu duet terbaik tahun 2015. Room, sebuah drama ibu-anak yang begitu menggetarkan jiwa dari Lenny Abrahamson, good luck at Oscar sir.  4.5/5


4 comments:

  1. Kecewa Jacob di-snub Oscar (sbg Lead ya..bukan supporting ^^ )

    *btw, bang haji, kita belum tuker link nih ternyata, boleh exchange ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bro, doi layak banget sebenarnya dapet nominasi lead, wong sekaliber Quvenzhané Wallis aja masuk tahun 2012 lalu, masa Jacob nggak ya.

      Udah saya tautkan bro blognya.

      Delete
    2. tapi kayanya blom ada sejarahnya juga sih kalo aktor cowo anak2 masuk Lead,, pelit banget Oscar tuh ama aktor anak

      Timothy Hutton di Ordinary People ama Haley Joel kan cheated jadi supporting, padahal mah jelas2 itu film cerita mereka ^^

      *sip uda ane pasang juga bang haji (harus manggil apa nih gw)

      Delete
    3. Hehe panggil Haji bro, lagian sayanya juga masih anak kuliahan.

      Delete