Pages

February 7, 2016

The Wolfpack (2015)


Bagaimana perasaan kalian jika seandainya dari kecil hingga remaja tidak dibolehkan orang tua untuk keluar rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan orang lain selama itu. Well yes it sounds crazy, tapi hal tersebut benar adanya di kehidupan nyata yang terangkum dalam film dokumenter The Wolfpack.

The Wolfpack mengisahkan tentang keluarga Angulo, yang fokus utamanya terletak pada keenam anak dari pasangan suami istri Oscar dan Susanne Angulo. Keenam anak itu yakni Bhagavan, Govinda, Narayana, Mukunda, Krisna, dan Jagadisa, mereka tidak dibolehkan untuk keluar rumah karena orang tua mereka menganggap bahwa kehidupan luar sangat berbahaya penuh dengan kejahatan kriminal yang bisa saja merugikan keenam bocah itu.

Pemenang Documentary Grand Jury Prize di Sundance Film Festival tahun lalu ini disutradarai oleh Crystal Moselle. The Wolfpack mengambil subjek cerita yang menarik harus diakui sekaligus membuat penasaran juga. Tentang bagaimana rasanya hidup terkurung dalam rumah tanpa ada sosialisasi dengan orang luar sekitar. Gila. Well di satu sisi orang tua mereka memang ada benarnya karena tidak ingin putra-putra mereka kenapa-napa, tapi jika ditilik lebih dalam lagi keputusan kedua orang tua mereka itu bisa dikatakan sangatlah lebay saya rasa hahaha.

Banyak sekali pertanyaan yang bergelantungan di kepala saya; bagaimana sekolah, bagaimana bermain, bagaimana ini, bagaimana itu. Dan ternyata mereka punya caranya sendiri dalam mempelajari kehidupan yang seutuhnya. Salah satunya adalah lewat film. Yap, the Angulo brothers mendapatkan apa dan bagaimana itu dunia luar melalui film yang mereka tonton. Bahkan di dalam “penjara” itu mereka kerap kali melakukan parody dari film-film favorit mereka. Kadang ketika melakukan parodinya, saya dibuat nyegir sendiri karenanya. Dan salut banget dengan properti yang mereka bikin, it looks good. Beberapa film yang mereka parodikan: Reservoir Dogs, The Dark Knight, Pulp Fiction, dll.

Satu yang disayangkan dari The Wolfpack adalah kasusnya kurang digali lebih mendalam. Iya memang latar belakang dari alasan orang tuanya tersampaikan, kemudian melihat keseharian keenam bersaudara itu, dan beberapa kisah mereka yang sesekali mencoba keluar rumah dihadirkan di sini. Tapi sebenarnya yang paling ingin saya ketahui adalah bagaimana pendapat orang tuanya dari sisi yang berlawanan. Maksudnya memang ada benarnya kehidupan luar itu dangerous, tapi tidakkah their parents berpikir tentang psikologi mereka dan hal lainnya. Bagaimana masa-masa coming-of-age indah mereka sebagai anak-anak merasakan bermain, jatuh cinta dengan lawan jenis, sekolah, dll. Sayang sekali interview dengan ayah mereka sangat terbatas di sini. 3/5



No comments:

Post a Comment